Gagal Move On Dari Pilpres Prabowo Dikabarkan Stresss Berat

DuaPentil.Me Kamis, 27 Juni 2019 adalah hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, pada hari itu, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua gugatan terkait sengketa Pemilu Presiden yang diajukan BPN oleh Prabowo-Sandi.

“Menyatakan pengecualian, menolak pengecualian dari responden dan pihak-pihak terkait untuk keseluruhan. Pada poin utama dari petisi, menolak petisi pemohon secara penuh,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, dalam membaca putusan.
Dalam penetapannya, Majelis Hakim menganggap bahwa semua argumen hukum yang diajukan oleh tim hukum Paslon 02 tidak berdasar atau tidak memiliki bukti kuat.

Seperti yang kita ketahui, keputusan Mahkamah bersifat final dan mengikat. Apa artinya? Tidak ada solusi lain setelah itu. Baik itu ke Pengadilan Internasional atau ke pengadilan supernatural lainnya.

Jadi mau tidak mau, dia suka dan tidak suka ketulusan Prabowo terhadap keputusan MK, Jokowi akan terus diangkat sebagai presiden pada Oktober 2019 mendatang.

Pertanyaannya, apa yang disampaikan Prabowo dalam menanggapi hasil keputusan pengadilan?

Ini kesimpulannya.

Pertama, do’i mengatakan bahwa keputusan Pengadilan sangat mengecewakan baginya dan para pendukungnya. Tapi dia tetap menghormati itu semua. Prabowo juga memberikan keadilan tertinggi dan kebenaran tertinggi kepada Tuhan semesta alam, Allah S.W.T.

Baca Juga:  Mobil Prabowo Terjebak diBibir Pantai UEA Dubai

Setelah hakim Mahkamah Konstitusi mengesampingkan perselisihan hasil Pilpres, Prabowo juga mengatakan bahwa ia akan berkonsultasi dengan tim hukumnya untuk meminta saran dan pendapat tentang apakah ada langkah hukum dan langkah konstitusional lain yang bisa diambil sehingga Jokowi dibatalkan selama dua periode.

Prabowo juga mengatakan bahwa ia dan kelompoknya akan terus berjuang untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dengan cara lain. Dapat melewati jalur legislatif, konsolidasi dan bertarung di forum.

Selain itu, Om Prab juga meminta para pendukungnya untuk tidak berkecil hati dengan kekalahan yang mereka derita, dan untuk tetap antusias dan optimis dalam membangun bangsa ini ke depan.
Dari keterangannya, sebagai tanggapan terhadap hasil perselisihan persidangan di Mahkamah Konstitusi, terjadi penyumbatan. Ada hukuman yang seharusnya disampaikan oleh Prabowo, ketika konferensi persnya menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi, tetapi tidak disampaikan, yaitu selamat ke Jokowi-Ma’uf.

Dan bukan hanya penulisnya, Anda tahu, yang melihat kecanggungan Prabowo karena tidak memberi selamat kepadanya atas kemenangan saingannya, tetapi juga bagi para netizen lainnya.

Pertanyaannya adalah, mengapa Anda tidak ingin menghargai kemenangan orang-orang yang telah didukung oleh Pilgub DKI?

Gagal Move On Dari Pilpres Prabowo Dikabarkan Stresss Berat

Untuk menjawab semua itu, kita harus memiliki empati terhadap orang lain. Kita perlu memahami bagaimana perasaan Prabowo tentang kekalahan yang dialaminya, tiga kali berturut-turut dalam Pemilihan Presiden.

Baca Juga:  Legenda Manusia Serigala: Monster Serigala Gevaudan!

Kekalahan pertama, dalam pemilihan presiden 2009, saat itu ia menjadi wakil presiden Megawati. Kedua, dalam pemilihan presiden 2014, yang pada saat itu dikalahkan oleh Jokowi. Dan yang ketiga, yang baru-baru ini terjadi, mantan Kopassus Danjen yang ahli perang kembali dikalahkan oleh tukang kayu dari Solo.

Pertanyaannya adalah, siapa yang tidak kesal dengan kalah berturut-turut. Juga dalam Pemilihan Presiden, apakah semua orang Indonesia tahu?

Jadi, wajar saja kalau do’i tidak bisa dilanjutkan.

Prabowo juga manusia, punya hati, tidak bisa dibandingkan dengan belati.

Penulis sendiri, telah menderita kekalahan saat mencalonkan diri untuk kursi kelas. Itu, rasa malu adalah belas kasihan. Terutama do’i, yang gagal 3 kali dalam pemilihan presiden. Perlu baja mental untuk melewati itu semua.

Selain itu, pengorbanan juga luar biasa. Tidak hanya dalam bentuk aset atau uang. Tetapi juga pikiran dan perasaan. Mungkin kalau itu masalah kekayaan, uang Prabowo yang telah digunakan untuk pemilihan presiden 2019 tidak seberapa dibandingkan dengan pengorbanan kata sandi. Tapi rasa malu itu tidak kuat.

Jika wajahnya tidak permanen, alias bisa dibongkar, bisa do’i menyembunyikan wajahnya di bawah tempat tidur.

Ini, wajah tidak bisa ditempatkan di mana-mana. Ke mana pun harus pergi harus diambil. Jadi, setiap kali saya bertemu orang, pekerjaan itu memalukan.

Baca Juga:  Heboh! Ancam Jokowi, Pria Ini Terancam Hukuman Mati

Jadi, Cebong berharap doski dan teman-temannya tidak akan memberi selamat kepada Jokowi untuk pemilihannya sebagai presiden. Karena, kalah dalam pemilihan presiden “itu menyakitkan hatiku”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *