Waspada!! IHSG Ditutup Melemah di 6.290, 9 Sektor Saham Negatif

DuaPentil.Me – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup negatif sore ini, IHSG turun 45,23 poin (0,7%) menjadi 6.290.464 Sementara nilai tukar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini naik ke level Rp. 14.117, Dalam pra-perdagangan, IHSG naik 7,78 poin (0,12%) menjadi 6.343.482 Indeks LQ45 naik 1,8 poin (0,18%) menjadi 1.010.890.

Membuka perdagangan pada hari Jumat (21/6/2019), IHSG naik 15 poin (0,2%) menjadi 6.351. Sementara indeks LQ45 juga naik 2,3 poin (0,2%) menjadi 1.011. Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG terus menguat 5,5 poin (0,08%) menjadi 6.341. Indeks LQ45 juga naik 0,6 poin (0,01%) menjadi 1.009.

Hingga sesi pertama berakhir, IHSG turun 45,23 poin (0,7%) menjadi 6.290.464. Sementara indeks LQ45 turun 11,6 poin (1,16%) ke level 997.386. Perdagangan saham ditransaksikan 266.026 kali dengan nilai Rp. 12,8 triliun. 170 saham naik, 198 saham jatuh dan 120 saham stagnan.

Sembilan sektor saham melemah mewarnai penurunan IHSG sore ini. Sektor industri campuran dan barang-barang konsumen memimpin penurunan.
Bursa Efek Amerika Serikat ditutup lebih tinggi. Dow Jones ditutup 26.753,17 (+ 0,94%), NASDAQ ditutup 8.051,34 (+ 0,80%), S&P 500 ditutup 2.954,18 (+ 0,95%).

Baca Juga:  Prabowo Dalang Utama Demo di MK, Serius ?

Bursa saham AS menguat kembali dengan momentum yang cukup kuat. Hal ini didorong oleh para investor yang telah sepenuhnya mencerna pemotongan suku bunga The Fed. Selain itu, serangan Iran terhadap pesawat tempur AS mendorong harga minyak naik sehingga investor AS semakin optimis tentang saham yang memiliki eksposur terhadap penjualan minyak.

Pasar saham Asia memperdagangkan mayoritas pergerakan negatif sore ini. Berikut ini adalah gerakannya:
* Indeks Nikkei 225 turun 188,32 poin menjadi 21.274,54
* Indeks Hang Seng melemah 73,6 poin menjadi 28.476,75
* Shanghai Composite Index naik 18,2 poin menjadi 3.005,36
* Indeks Straits Times turun 6,3 poin menjadi 3.308,21

Saham-saham yang berada di antara top gainers termasuk Transcoal Pacific (TCPI) naik Rp 350 menjadi Rp 7.350, SMART (SMAR) naik Rp 260 menjadi Rp 4.620, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 190 menjadi Rp 4.760, dan Alpha Energy (FIRE) meningkat sebesar Rp. 190 hingga Rp. 5,100.

Sementara saham yang masuk dalam jajaran top loser, termasuk Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 menjadi Rp 76.050, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 975 menjadi Rp 45.125, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 425 menjadi Rp 11.000.

Baca Juga:  Kisah Pria Asal Jerman Yang Jalan Kaki Keliling China

Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5,15% di Kuartal II-2019

Kementerian Keuangan memprediksi angka pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,05% -5,15% pada kuartal II-2019. Angka ini masih lebih tinggi dari apa yang ditentukan pada kuartal pertama 5,07%. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan bahwa peningkatan jumlah pertumbuhan ekonomi nasional disebabkan oleh puasa dan pemilihan umum.

“Ada desakan Idul Fitri untuk mendorong konsumsi dan pemilihan yang menuntut LNPRT,” kata Suahasil di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *